Natal tahun ini sedikit
berbeda dibanding tahun kemarin.
Kami Ingin berganti
suasana, ingin berbagi dan ingin merasakan makna natal yang lebih dari
biasanya.
Kami ingin berbagi
dengan anak anak yang kurang beruntung tidak dapat melihat indahnya dunia dan
segala ciptaan Tuhan.
Mengingat zaman sekarang
ini kasih yang semakin dingin.
Apalagi manusia zaman
sekarang yang kurang bersyukur dengan apa yang telah dia miliki. Merasa paling
menyedihkan, paling sengsara atau bahkan paling menderita. Mengeluh akan satu
ujian kecil yang telah Tuhan berikan kepadanya. Manusia tidak sadar dan tidak
membuka mata dengan lebar, bahwa banyak di luar sana, sahabat, kerabat dan saudara
kita yang Tuhan istimewakan. Tetapi mereka tidak mengeluh malah bersyukur
terhadap berbagai macam cobaan yang tuhan limpahkan.
Dan atas ketulusan,
keikhlasan, dan kerelaan mereka, kami mencoba mengembangkan kasih dan melebarkan harapan atas teman-teman kami. Mereka mengajarkan
bahwa sebenarnya takdir serta rencana Tuhan adalah yang terindah. Menyebarkan cinta
kasih mereka hingga ke relung hati kami, mereka adalah malaikat dalam wujud
manusia.
Berbagi sedikit berkat
yang Tuhan telah percayakan kepada kami.
Kami datang ke tempat
mereka bernaung, diasuh dan diajar agar mereka bias tumbuh dan belajar layaknya
anak normal. Walaupun salah satu indra mereka kurang sempurna, tetapi indra
mereka yang lain diistemewakan oleh Tuhan. Mereka memiliki telinga yang bisa mendengar
hal yang kita anggap mustahil untuk kita dengar bahkan aliran darah sekalipun.
Bersyukur bisa bertemu
dengan mereka, melihat betapa Tuhan itu benar benar adil.
Yang kita anggap sebuah
kekurangan, justru kelebihan untuk orang lain. Begitupun sebaliknya.
Senang rasanya bisa berinteraksi
langsung dengan mereka, memeluk mereka, tertawa, bernyanyi dan memegang tangan
mereka. Sebuah kebanggaan ketika salah satu ada berkata kepada saya, “kakak
baik kali. Aku suka kali sama kakak loh.” Lalu anak yang lain menyeletuk, “kakak
cantik, cantik banget. Apalagi kakak bisa melihat.” Jujur aku merasa sangat
terharu dan hampir meneteskan airmata. Karna aku sendiri sering kurang bersyukur
atas fisik yang aku miliki sekarang. Sering mengeluh karna pakai kacamata itu
merepotkan. Padahal aku jauh lebih beruntung daripada mereka, setidaknya aku
masih bisa melihat dengan cukup baik.
Banyak banget pelajaran
yang aku pribadi dapat ketika berkunjung kesana.
Ketika mereka
mempersembahkan dua lagu dalam bentuk paduan suara, aku bangga sekaligus minder
melihatnya. Aku yang notabenenya bagian dari salah satu paduan suara merasa
minder karena bahkan suara mereka sama bagusnya dengan paduan suaraku. Bahkan kekurangan
mereka menjadi sebuah keistimewaan. Karena bagaimana mungkin anak anak yang
tidak bisa melihat partitur lagu dengan baik sama kualitasnya dengan kami yang
bisa melihat partitur dengan baik???
Pelajaran yang lain
lagi
Seperti tidak mudah
menyerah atas persoalan yang sedang kita hadapi. Sering sekali kita mempersalahkan
Tuhan. “Tuhan, mengapa hidupku seperti ini?” atau “Tuhan itu gak adil. Dia orang
tuanya berlimpah. Sementara orang tuaku pas pasan.” atau yang lebih parahnya
lagi “Aku lbih baik mati/ bunuh diri saja. Tidak ada orang yang menginginkan
kehadiranku. Persoalan hidupku terlalu berat. Sudah tidak ada harapan lagi bagi
masa depanku.”
Teman, tahukah kamu?
Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang lebih dari kemampuan kita. Tuhan
memberikan cobaan hidup karna Tuhan anggap kita pasti mampu untuk melewatinya, agar kita naik kelas
ke level yang lebih tinggi. Ingat, seorang siswa ketika mau naik kelas dia
harus ujian terlebih ahulu. Begitupun hidup. Eiitttsss… tunggu dulu. Tidak selamanya
loh cobaan itu dari Tuhan. Kadang ada persoalan yang kita aalami karna
kelalaian manusia itu sendiri atau hasil dari perbuatan manusia itu yang tidak
baik.
Andalkan Tuhan dalam
segala perkara.
Jangan pernah merasa sendiri. Kalau orang sekitarmu tidak memperhatikan kamu, ingat masih ada Tuhan yang senantiasa disisi kamu, memperhatikan kamu dan menemani kamu. Kalau kamu merasa tidak berharga, kamu salah. Kamu itu berharga banget dimata Tuhan. Kamu diciptakannya untuk sebuah alasan. Tuhan tidak menciptakan kamu sembarangan teman. Kalau kamu merasa lelah atas hidup ini, datang kepada Tuhan, mintak petunjuknya apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Dan jangan lupa, bila
Tuhan memberikan berkat yang lebih kepada kamu, berbagilah. Berbagilah kepada
mereka yang tidak seberuntung kamu. Terkadang kamu pun juga harus belajar
memberi dalam kekuranganmu. Jadi, memberi itu tidak harus saat kamu berlebih. Belajarlah
menahan diri, agar kita ikut merasakan yang saudara kita rasakan diluar sana.
Bersyukurlah senantiasa
kalau kamu masih bisa menghirup oksigen gratis sampai hari ini.
Tuhan tidak pernah berjanji langit akan selalu biru atau jalan selalu rata. Tetapi Tuhan berjanji akan selalu ada buat kamu ketika kamu meminta pertolongan kepadaNya. Untuk itu, Jangan menyerah dan jangan berputus asa. Jalani hidup dengan senyuman bukan keluhan.
Judul artikel ini “Sharing
is caring”
Saya mau berbagi
pengalaman kepada teman teman yang baik semua sebagai bukti kepedulian saya. Akhir
kata, kalau kalian merasa hidup kalian sudah selesai, itu salah. Masih ada
harapan, pandang sekelilingmu. Banyak orang yang ingin merasakan diposisimu. Jangan lupa bahagia.
Berbagi
itu indah J
tertanda, Tasya Grace
23 Desember 2018
ngena banget weh, thanks ya:"
BalasHapusSeruuu banget, jadi ngingetin untuk terus bersyukur
BalasHapusAlways be grateful and never give up. Cukup menarik.
BalasHapusmenarik
BalasHapusKereenn banget
BalasHapusMantep krinaa 🙏🏻
BalasHapusBenar benar membantu. Thanks
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusBermanfaay sekali kamu. Nice
BalasHapus